segala sesuatu, sesulit apapun
akan ada cara untuk menyelesaikannya
maka dengan cara seperti apa yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu?
katakanlah,,aku berada disaat tersulit dalam beberapa kehidupan yang aku lewati
aku tak dapat menempatkan harus dimana posisiku saat ini
yang ku nilai dalam setiap langkah ini menjadi semakin tidak berarti
aku, semakin masuk dalam lubang yang tak berdasar
aku kehilangan oksigen dalam setiap lapisan kehidupan ku
aku, menjadi semakin tak aku
setiap perjalanan ini, bukankah akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga bukan?
dan setiap hal-hal yang dilalui seperti saat ini, akan menjadi sebuah pendewasaan dikehidupan kita kelak
namun, tak dapat kupungkiri, aku menginginkan memori itu benar-benar terhapus dari hidupku
entah dengan cara apapun
sampai cara yang terburukpun muncul dalam benakku
aku,,,benar-benar lupa siapa diriku
beberapa lapisan dalam jiwa ini, sepertinya hanya menjadi selaput tipis
sehingga aku, kamu, dan semua yang ada di dunia ini menjadi sama
dengan kaki-kaki yang tinggal tulang
dengan otak yang dipenuhi sarang laba-laba
dan hati yang menjadi mati
aku sungguh-sungguh bukan manusia lagi
aku,,,,hanya benda non partikel dalam hidupmu
dan tentu saja, akan segera kau lupakan secepat angin yang terhembus dalam wajahmu saat hujan akan datang
lalu, aku kan diam dalam heningnya gunung di malam hari
hanya menjadi saksi bisu dalam setiap langkah kaki yang kau hentakkan ke bumi
aku, bukan lagi menjadi sesuatu yang benar-benar kau cari
berhenti disaat masih harus berlari
benar-benar pengecut bukan
hanya saja, semua ini telah tercantum dalam garis tangan yang harus kulalui
garis itu terputus, dalam tahun-tahun yang begitu kelam
gelap, sunyi, dan dingin
jika sosok sang pejuang
takkan lagi hadir dalam hidupku
karena tlah memilih, aku kan berhenti saat aku harus berlari
melepaskan apa yang benar-benar kau inginkan
bukan berarti kau menjadi pahlawannya
aku lah
yang memberimu kesempatan
sehingga dapat berada di surga yang kau inginkan
benda mati yang ada dihadapanmu saat ini, benar-benar mengalami kesakitan Tuan
tak berarti kau harus mengasihani
karena cintalah yang dapat menyembuhkannya
bukan kepalsuan yang tersebar dalam butiran pasir yang kau hempaskan
Tuan, siapalah engkau
tinggalkan jejak
dan sebarkan wewangian
dalam hatiku
akan ada cara untuk menyelesaikannya
maka dengan cara seperti apa yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu?
katakanlah,,aku berada disaat tersulit dalam beberapa kehidupan yang aku lewati
aku tak dapat menempatkan harus dimana posisiku saat ini
yang ku nilai dalam setiap langkah ini menjadi semakin tidak berarti
aku, semakin masuk dalam lubang yang tak berdasar
aku kehilangan oksigen dalam setiap lapisan kehidupan ku
aku, menjadi semakin tak aku
setiap perjalanan ini, bukankah akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga bukan?
dan setiap hal-hal yang dilalui seperti saat ini, akan menjadi sebuah pendewasaan dikehidupan kita kelak
namun, tak dapat kupungkiri, aku menginginkan memori itu benar-benar terhapus dari hidupku
entah dengan cara apapun
sampai cara yang terburukpun muncul dalam benakku
aku,,,benar-benar lupa siapa diriku
beberapa lapisan dalam jiwa ini, sepertinya hanya menjadi selaput tipis
sehingga aku, kamu, dan semua yang ada di dunia ini menjadi sama
dengan kaki-kaki yang tinggal tulang
dengan otak yang dipenuhi sarang laba-laba
dan hati yang menjadi mati
aku sungguh-sungguh bukan manusia lagi
aku,,,,hanya benda non partikel dalam hidupmu
dan tentu saja, akan segera kau lupakan secepat angin yang terhembus dalam wajahmu saat hujan akan datang
lalu, aku kan diam dalam heningnya gunung di malam hari
hanya menjadi saksi bisu dalam setiap langkah kaki yang kau hentakkan ke bumi
aku, bukan lagi menjadi sesuatu yang benar-benar kau cari
berhenti disaat masih harus berlari
benar-benar pengecut bukan
hanya saja, semua ini telah tercantum dalam garis tangan yang harus kulalui
garis itu terputus, dalam tahun-tahun yang begitu kelam
gelap, sunyi, dan dingin
jika sosok sang pejuang
takkan lagi hadir dalam hidupku
karena tlah memilih, aku kan berhenti saat aku harus berlari
melepaskan apa yang benar-benar kau inginkan
bukan berarti kau menjadi pahlawannya
aku lah
yang memberimu kesempatan
sehingga dapat berada di surga yang kau inginkan
benda mati yang ada dihadapanmu saat ini, benar-benar mengalami kesakitan Tuan
tak berarti kau harus mengasihani
karena cintalah yang dapat menyembuhkannya
bukan kepalsuan yang tersebar dalam butiran pasir yang kau hempaskan
Tuan, siapalah engkau
tinggalkan jejak
dan sebarkan wewangian
dalam hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comment duunngg!!!!